14 April 2013

Mulai dari Nol

14 April 2013 2
Baru-baru ini, gue resign dari pekerjaan gue.

Sebuah keputusan yang cukup sulit, mengingat betapa akan menjadi kutu loncatnya gue karena rasanya engga pernah bekerja secara profesional diatas satu tahun. Ditambah dengan segala macam justifikasi yang gue rasionalisasiknya, yang pernah gue tulis dalam tulisan Idealisme vs Realita Hidup. Tapi ternyata, alasan untuk berhenti jauh lebih kuat daripada alasan untuk bertahan.

Salah satu alasannya yang menjadi trigger utama adalah jarak. Dengan jarak tempuh yang cukup jauh dan waktu tempuh yang tidak sebentar, ternyata sedikit banyak berpengaruh pada kesehatan gue. Sampai pada puncaknya Ketika Gue Masuk ICU itu. Dari situ gue mikir, dulu alasan gue untuk resign dari WVI adalah karena gue merasa dibutuhkan untuk tetap di rumah di Jakarta ini (baca: Status Baru). Namun kalau memang gue kerja di Jakarta tapi kantornya jauh sehingga berpengaruh pada kesehatan sehingga gue jadi gampang sakit, ya sama aja boong lah ya.

baca selengkapnya...

23 March 2013

Ketika Gue Masuk Artikel

23 March 2013 0
Yes gue engga pernah kebayang ketika hobi gue mengkoleksi sobekan tiket bioskop ternyata bisa didokumentasikan engga cuma oleh blog gue doank tapi juga oleh media sosial profesional. Cerita singkatnya, sekitar 2-3 minggu lalu seorang teman kuliah tiba-tiba sms gue untuk minta interview tentang hobi gue nonton film. Akan dijadikan artikel di Urbanesia dia bilang. Wow!

Tapi setahu gue, Urbanesia itu yang suka nongol di Kompas Muda setiap hari Minggu. Tapi ternyata ini yang versi onlinenya. Berhubung waktu itu gue baru sembuh dari DBD Grade IV, jadi interview hanya dilakukan via telepon. Sekitar 15 menit dan gue bercerita panjang lebar tentang kenapa gue suka film, genre favorit, kebiasaan menyimpan sobekan tiket, hingga mencari movie partner yang tepat.

Ga disangka secepat itu, Sabtu 22 Maret 2013 kemarin malam artikel itu pun naik juga. Uhuy! Beserta foto profil gue yang memang gue kasih akses ke si penulis untuk silahkan pilih foto gue yang berhubungan dengan film di FB gue.

Yuk yuk dibaca artikelnya! :D

baca selengkapnya...

9 March 2013

Ketika Gue Masuk ICU

9 March 2013 2
Senin, 25 Februari, Pk. 04.00 pagi di kamar kelas 2 di sebuah RS di dekat rumah gue.

“Kamu gimana rasanya? Lemas? Pusing?”, tanya seorang dokter jaga.
“Biasa aja sih. Agak lemas dan pusing. Sama kaya tadi”, jawab gue santai.
“Pakein infus Ge**** nih! Guyur 15 menit!”, perintah dokter tadi ke seorang suster, yang langsung direspon dengan baik. Beberapa menit kemudian, sudah ada dua infus yang dihubungkan oleh selang dan menembus pembuluh darah vena di punggung tangan kiri gue. Setelah infus baru ini masuk, gue merasakan sensasi dingin di seluruh lengan kiri gue mulai dari pergelangan hingga ke siku. Mungkin ini efek dari instruksi “guyur” tadi. Memang cairan yang menetes dari infus baru ini mengalir deras. Gue yang kaga ngarti apa-apaan soal infus baru ini ya cuma bisa pasrah. Dan gue tertidur lagi.

Pukul 06.00, dokter jaga yang sama membangunkan dan menanyakan hal yang sama yang dia tanyakan dua jam yang lalu. Yang gue jawab dengan kalimat yang sama ditambah dengan kata “ngantuk” untuk mendeskripsikan keadaan gue saat itu. Tapi yang berbeda kali ini adalah ekspresi si dokter jaga ini. Sambil memegang pergelangan tangan gue yang biasanya dilakukan untuk mengecek denyut nadi, mukanya berekspresi super aneh sambil pandangannya menerawang ke atas. Kemudian dia menginstruksikan kepada suster untuk “mengguyur” si infus baru tadi ke dalam badan gue. Dan sensasi dingin di tangan gue pun terulang kembali.

Pukul 06.30, dokter spesialis yang menangani penyakit demam berdarah gue selama dua hari ini tiba-tiba datang dengan rambut acak-acakan. Belum mandi kayaknya ini dokter.
“Kamu berasa apa? Lemas? Pusing? Dada kamu berasa apa??”, tanya dokter spesialis ini yang keliatan menyembunyikan paniknya.
“Biasa aja sih, dok. Lemas dan pusing kayak kemarin”, jawab gue tenang.
“Masuk ICU aja ya? Nadi kamu lemah sekali. Takutnya darah kamu sudah menggumpal. Nanti kamu malah syok. Masuk ICU aja ya??” 
“Ayo pindahin ini bed-nya! Cabut semua kabel! Kontak ICU”, instruksi si dokter spesialis yang seakan berbicara dengan siapapun staf ruangan kelas dua. Gue yang masih ngantuk dan bingung cuma ngejawab,
“Ya tolong bilangin ke keluarga saya, dok. Ini saya yang telpon”
Belum sempat gue cari kontak dan pencet “call” di iPhone gue, tiba-tiba gue ngerasa bed gue digeser keluar sambil ada protes dari seorang suster,  
“Tunggu dok! Kabel infus pump-nya belum dicopot!”
Gue ngeliat si dokter spesial langsung main tarik bed gue tanpa memperhatikan kabel infus pump yang masih kecolok di steker di tembok. Semakin gue perhatiin, tangan si dokter yang menarik bed gue ternyata gemeteran. Aduh kenapa pula ini.

Beberapa detik kemudian, gue sudah ada di lorong rumah sakit, dengan si dokter spesialis yang mendorong bed gue di bagian kepala tempat tidur. Gue merasa bed gue didorong dengan cepat, yang membuat gue makin pusing melihat plafon yang bergerak kencang. Sambil gue denger si dokter spesialis teriak-teriak entah kepada siapa,

“Ayo cepat! Cepat! Kunci lift mana kunci lift?? ICU dah dikontak belum? Ayo cepat bantu saya dorong!!”


baca selengkapnya...

26 January 2013

Dua Puluh Tujuh

26 January 2013 0
Di hari ini, usia gue bertambah satu. Yang masih gue kurang percaya adalah adanya angka "7" di digit kedua umur gue. Angka "7" ini berarti tinggal tiga hitungan lagi untuk menuju umur kepala tiga. Umur kepala tiga berarti satu langkah lebih dekat menuju kehidupan baru. Wooo! Menakutkan karena bagi gue umur kepala tiga itu berarti tanggung jawab akan bertambah banyak. Tapi tetap seru dan rasanya akan mengasyikkan. Ya, kata orang angka "7" juga termasuk angka keberuntungan kan. Beckham pakai nomor itu ketika di MU. Angka "7" juga cenderung jadi rebutan di tim sepak bola manapun. Oh well tampak yang gue mulai harus terbiasa dengan umur baru ini. 27!

Setiap tahun, hari ini adalah salah satu hari yang gue tunggu-tunggu karena memang hari ini adalah salah satu hari yang gue anggap spesial dalam setiap tahunnya. Gue adalah tipe orang momentum, yang akan memang akan memanfaatkan setiap momen spesial yang ada. Kenapa hari ini adalah hari yang spesial, karena simply hari ini adalah hari dimana gue terlahir di tahun 1986. Setiap tahunnya, keluarga dan gue pun merayakan hari kelahiran gue, dan bersyukur karena telah diberi umur satu tahun lagi bagi Sang Pemberi Kehidupan. Umur ini pun rasanya digunakan sebagai simbol bagi manusia untuk memberi tanda yang jelas bagi perkembangan dan pertumbuhan seorang manusia, baik secara mental maupun fisik. "Bisa ngomong di umur berapa?", "Masuk sekolah pas umur berapa?", "Oh lulus kuliah di umur 23 ya?", "Baru punya pacar di umur 26 ya, ya ampun!". Hal-hal semacam itu lah. Kalau yang terakhir itu true story ya ahahaha.

baca selengkapnya...

31 December 2012

Kaleidoskop 2012

31 December 2012 2
Resolusi 2012? Mendapat pekerjaan tetap di bidang sosial. Tadi gue berpikir untuk mencari pekerjaan di bidang sosial yang bertempat di Jakarta. Namun setelah mengalami betapa keringnya panggilan wawancara hasil dari setiap aplikasi gue, akhirnya gue menyerah; gue bersedia bekerja dimana saja di Indonesia - asalkan di bidang sosial. Umur gue yang semakin bertambah mengingatkan gue untuk harus segera mulai membangun karir di bidang sosial. Sudah bukan waktunya lagi untuk mencari kerjaan lain sebagai "batu loncatan". Gue membayangkan tidak akan ada perjalanan keluar negeri lagi di tahun 2012, tapi yang ada adalah perjalanan ke daerah-daerah pelosok di nusantara. Ya, gue ingin melihat Indonesia lebih dalam sebelum gue keluar negeri lagi, agar gue bisa mempromosikan Indonesia dengan lebih baik. Amin! (Kaleidoskopi 2011, 2011)

Januari, Februari, Maret 2012
Tidak ada catatan apa-apa di blog gue ini. Tapi seinget gue memang di tiga bulan awal ini gue bekerja dengan kontrak 3 bulan di Million Pictures yang memproduksi film Negeri 5 Menara. Gue mengambil pekerjaan ini sebagai mengisi waktu daripada gue nganggur di rumah selama tiga bulan untuk menunggu dimulainya pekerjaan gue di World Vision Indonesia di bulan Aprilnya. Gue dapet pekerjaan ini pun dari referensi temen gue. Jabatan gue adalah Media Relation yang sebenarnya lebih cocok untuk anak PR dibanding gue. Kurang lebih pekerjaan gue lebih ke membina dan membangun relasi dengan para media partner dan non-partner untuk mempromosikan film N5M ini. Serunya banyak, gue bisa ketemu dan ngobrol santai dengan aktor-aktris tenar di Indonesia, mulai dari kru dan pemeran di film N5M itu sendiri, sampai dengan aktor-aktris lain lewat special screening yang kita adakan. Bahkan gue bisa ketemu tokoh-tokoh nasional mulai dari Mahfud MD, Anies Baswedan, Kak Seto, sampai B.J. Habibie! Selain itu, gue pun mendapat pencapaian hidup tersendiri dengan bekerja disini; nama gue nongol di ending credit title di film N5M! :D :D :D


baca selengkapnya...
 
◄Design by Pocket Distributed by Deluxe Templates